background

pelangi

Selasa, 01 Februari 2011

Ditemukan Black Hole Terbesar di Alam Semesta Saat Ini

Black hole atau lubang hitam terbesar di alam semesta telah ditemukan dengan berat 6,8 miliar kali massa Matahari. Saking besarnya, lubang tersebut konon mampu menelan Bumi beserta seluruh isi tata surya.
http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/01/16/103244_lubang-hitam-m87--lubang-hitam-terbesar-sementara-di-alam-semesta_300_225.jpg


Lubang hitam M87, lubang hitam terbesar sementara di alam semesta.

Dengan ukuran cakrawala sebesar itu, diperkirakan seluruh isi tata surya tidak bisa melarikan diri dari tepi ini, termasuk cahaya sekali pun. Sebagai perbandingan, besarnya bisa mencapai empat kali lipat orbit planet Neptunus.

Lubang hitam itu terletak di M87. Sejauh ini, ia adalah galaksi terbesar yang terdekat dengan galaksi Bima Sakti. Jaraknya diperkirakan kurang lebih 50 juta tahun cahaya dari Bumi dan masih belum diketahui kapan 'monster' ini lahir.

Menilik ukurannya yang sangat raksasa, sejumlah ilmuwan menganggap lubang itu tercipta karena ratusan lubang hitam yang bergabung menjadi satu di masa lalu.

"Ia bisa menelan sistem tata surya kita," kata Karl Gebhardt, seorang ilmuwan asal University of Texas, Austin-AS, seperti dikutip dari All Voices, Minggu 16 Januari 2011.

Sebuah teleskop khusus di Hawaii digunakan oleh para ilmuwan untuk mengamati obyek yang diperkirakan memiliki berat dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dengan teleskop tersebut, Gebhardt dan timnya mampu mengamati obyek luar angkasa hingga kejauhan 500 km.

"Dan, lubang hitam raksasa ini adalah lubang hitam termasif dan terakurat yang pernah kami temukan," kata Astronom George Djorgovski dari California Institute of Technology di Pasadena.

10 Tanda dan Penyebab Kehancuran Bumi

Seiring dengan majunya zaman dan bertambahnya usia dari bumi ini, para pakar banyak berpendapat bahwa bumi ini sudah tidak dapat di kategorikan kedalam planet yang masih sehat, penyebabnya dirasakan oleh beberapa faktor yang menjadi penentu yang merubah status bumi menjadi tidak sehat. 


Berikut ini adalah sepuluh kategori yang menyatakan bahwa bumi tidak sehat :

1. Melelehnya es di Arktik (Kutub Utara)

Studi terbaru memperkirakan bahwa perairan Arktik bisa meleleh dan bebas dari es pada musim panas minimal 30 tahun lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Melelehnya es di Kutub Utara ini bisa memperkuat kecenderungan pemanasan global dan membahayakan penghuni Kutub Utara sendiri, dari manusia hingga beruang kutub.

2. Runtuhnya lapisan es Antartika (Kutub Selatan)
Wilkins adalah salah satu dari sembilan lapisan es Antartika yang telah surut atau runtuh dalam beberapa dekade terakhir. Lapisan es yang runtuh paling dramatis adalah Larsen A dan B, yang runtuh secara tiba-tiba pada tahun 1995 dan 2002.

3. Lubang di lapisan ozon
http://bojaiiko.files.wordpress.com/2008/11/sep112005.jpg
Lapisan ozon melindungi penghuni bumi dengan menyerap sinar ultraviolet berbahaya. Tapi banyaknya penggunaan bahan kimia dan polutan dapat membuat lubang besar di lapisan ozon. Dibutuhkan waktu hingga puluhan tahun untuk dapat memulihkan lapisan ozon seperti semula.

4. Meluasnya zona laut mati

Zona laut mati adalah kantong laut yang mana oksigen habis sehingga banyak ikan, kerang dan spesien lain yang tidak dapat bertahan hidup, seperti terdapat di Teluk Meksiko.

Zona ini terbentuk ketika pupuk tercecer dari sungai dan membuat banyak alga (tumbuhan laut yang memproduksi oksigen) mati dan membusuk.

5. Krisis karang laut

Terumbu karang adalah habitat laut yang penting bagi kebanyakan spesies laut. Tapi beberapa dekade terakhir, banyak terumbu karang yang mengalami krisis karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan, polusi laut, penyakit, pemanasan dan pengasaman air laut.

Perairan samudera menjadi lebih asam karena menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Artinya, semakin banyak polusi udara, makin asam air laut.

6. Penebangan hutan
Kawasan hujan, khususnya hutan hujan merupakan bidang utama keanekaragaman hayati, hutan juga menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Tapi laju penebangan hutan secara global bisa mencapai sekitar 32 juta hektar per tahun.  Selain itu, kekeringan yang disebabkan oleh pemanasan global dapat memperburuk situasi hutan di beberapa daerah.

7. Pencemaran air

Dua per tiga dari planet bumi ditutupi dengan permukaan air. Bila air tercemar, tentu saja dapat menyebabkan makhluk hidup di bumi tidak bisa hidup. Dampak pemanasan global juga mengubah pola ketersediaan air untuk minum dan pertanian.

8. Penumpukan gas rumah kaca di atmosfer

Karbon dioksida dan gas penangkap panas lainnya adalah polutan yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca. Banyaknya gas buangan pabrik dan kendaraan akan memperbanyak jumlah emisi gas rumah kaca ini.

9. Hewan terancam punah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZUn61vHMHWNTJMwAcGkTcthl3zZ-y9zMQC4KYrmCBdz2xE1esatZjyLBzeN8nu0H_j5Af4tqjkqPEZO-gSbEsxqSSaXzZDDOywqzCxV81YQCBffrsN7aPG6S3gy0fehYqthbf88psLZtX/s400/polar_bears480.jpg
Ketika habitatnya berubah dan terancam, hewan-hewan yang ada di dalamnya juga mendapat tekanan. Daftar Merah 2008 dari spesies langka yang diterbitkan oleh World Conservation Union mengidentifikasikan hampir 45.000 spesies yang terancam punah.

10. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk

Pada tahun 2007, populasi dunia melebihi 6 miliar. Tahun itu juga menandai pertama kalinya dalam sejarah lebih banyak orang tinggal di perkotaan daripada daerah pedesaan. Enam miliar penduduk ini terus bersaing untuk mempertahankan hidup dengan sumber daya alam yang sebenarnya terbatas, seperti air, makanan dan bahan bakar.

Kehidupan bumi dalam hal baik dan buruk tergantung dari apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri yang tinggal di dalamnya, mengelola bumi seharusnya sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai khalifahnya dimuka bumi ini.

Terungkap, Misteri Kematian 200 Sapi Wisconsin

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1196332.jpg
Penyelidik yang menangani kematian 200 sapi Wisconsin berhasil mengungkap rahasianya. Apa penyebabnya? Ratusan sapi ini ditemukan mati di Stockton, dua pekan lalu, yang membuat warga khawatir sekaligus bingung.



Menurut peneliti dari University of Wisconsin, hewan itu terbunuh karena penemuan racun di ubi jalar, bagian dari pakan ternak.

"Keberadaan mikotoksin di ubi jalar yang berjamur merupakan faktor utama penyakit sekaligus kematian sapi jantan itu,” ujar Peter Vanderloo, direktur asosiasi dari Laboratorium Diagnostik Hewan Wisconsin.

Sebelumnya, terjadi rentetan kematian hewan massal di beberapa wilayah seperti ikan di Maryland dan Arkansas serta burung di Luisiana dan South Dakota. Petani sebelumnya mengira sapi itu mati karena penyakit rhinotracheitis yang menular. "Tidak satupun patogen pernafasan ternak teridentifikasikan di sampel yang diberikan ke laboratorium," ujar Vanderloo.

Dia juga menekankan bahwa ubi jalar itu tidak beracun dalam rantai makanan manusia sehingga tidak ada ancaman bagi masyarakat. Sebelumnya, kematian hewan massal ini memicu teori konspirasi. Beberapa pihak bahkan mengaitkan dengan misteri UFO dan alien.

Merpati Menemukan Jalan Pulang Dengan Lubang Hidung Kanan

Bukan anjing saja yang memiliki daya penciuman tajam, burung dara juga mengandalkan penciuman untuk mengendus jalan pulang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3INgDvAp2B9cbh9kuPmdjR_phNU5ScEIG83Ior0AyrOuE5MVC6U4JOzZ0UEedL0ZQFPCjtb4AqfmVdUp7dPYr6KBvNg7Qgnwy5jFpEbCU11uzzvzorUF8735HmXNqL5KejhsL96CUj9sa/s320/pigeon.jpg
Hal itu terungkap dalam sebuah riset sejumlah peneliti Italia yang tertarik pada kemampuan burung dara kembali ke rumah dari tempat berjarak ratusan kilometer sehingga dimanfaatkan untuk mengirim pesan bahkan menyelundupkan narkoba.

Para peneliti itu memperoleh bukti bahwa burung-burung tersebut mengandalkan satu dari dua lubang hidungnya untuk menemukan rumahnya.  Dalam Journal of Experimental Biology, tim itu melaporkan bahwa merpati yang disumbat lubang hidung kanannya tidak mampu menciptakan “peta bau” untuk memandunya dalam perjalanan. 
http://arrosyadi.files.wordpress.com/2010/04/76566_winston__sang_burung_merpati_dan_paket_data_yang_ia_antarkan_300_225.jpg
Burung dara rumah adalah kerabat merpati karang yang didomestikasi dan memiliki kemampuan naluriah untuk menemukan cara pulang ke sarang mereka setelah menempuh perjalanan jauh.

Burung domestik disilangkan untuk menyempurnakan kemampuan tersebut, membantu mereka menemukan kandang tempat mereka dipelihara.

Sejumlah riset terdahulu mengungkapkan bahwa ketika bertengger dalam kandang, burung-burung itu mempelajari arah dari mana segala aroma berasal.
http://alamendah.files.wordpress.com/2009/12/burung-merpati1.jpg
Burung dara tempaknya mengkonstruksikan sebuah peta mental dari berbagai bebauan, sebuah peta yang cukup akurat memandu mereka mencari arah rumah sampai mereka menemukan landmark lokal.

Dalam riset itu, para ilmuwan menyumbat salah satu lubang hidung, kanan atau kiri, merpati yang dipelihara di luar kota Pisa. Mereka melepas burung dari Cigoli, 40km dari Pisa, dan mengikuti rute kepulangan burung menggunakan alat pelacak GPS.

Dengan menganalisis jalur penerbangan burung itu, Anna Gagliardo dan timnya di Dipartimento di Etologia, Ecologia ed Evoluzione, Universitá di Pisa, Italia, dapat melihat bahwa merpati yang tidak dapat bernafas melalui lubang hidung kanannya mengambil jalur yang lebih berliku-liku. 
“Burung itu juga lebih sering berhenti daripada burung yang disumbat lubang hidung kirinya dan mengambil rute lebih panjang untuk pulang,” katanya. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1KSCX1ok4A4k53I8DoP_drljoE_9bSyZF1tq8f9aGWe3bgF1f_Zc8NRKZtfpUUQn9JL9fO8xE3JmkbfMg2s10FT-Fcvs4vZw9qdiUisP1iNjDKgJlYQ7qb0ahhwEbQIYHQEi5nQ-fHbZq/s320/merpati+liar.jpg
“Burung itu juga lebih sering berhenti daripada burung yang disumbat lubang hidung kirinya dan mengambil rute lebih panjang untuk pulang,” katanya.

Riset lain memperlihatkan bahwa merpati dapat merasakan medan magnetik bumi, membuat mereka memiliki semacam kompas internal untuk memandu penerbangan.

“Bau adalah petunjuk penting yang membuat mereka memahami tengah berada di mana serta jalan menuju rumah,” kata Gagliardo.